Rabu, 31 Maret 2010

Lavender Rose -- Chapter Five -- Mark

Aku melihat ke jendela luar pesawat dengan tidak sabar.

“Chill out, Mark. It’s gonna land in a few minutes.”

“I know, Mandy. I just can’t wait any longer.”

“Just sit back and relax. Or help me with this annoying seat belt so I can hold Tony.”

Aku memutar bola mataku kemudian membenahi seat belt Mandy yang terbelit. Mungkin aku memang memang sedang kesal karena tak kunjung tiba di Bali sehingga aku tak bisa membenahi seat belt itu. Segera kupanggil stewardess untuk mengurus seat belt sialan itu. Mandy mengangkat alisnya sebelah.

“I told you to chill out, Mark. It’s only a few minutes.”

“Fine!”

Aku terpaksa duduk manis untuk beberapa saat. Namun aku tak bisa menahan kebahagiaanku saat akhirnya pesawat mendarat di bandara I Gusti Ngurah Rai.

“We’re landing! Woohoo!”

Tony tertawa melihat tingkah kekanak-kanakanku. Sepertinya dia juga merasa bersemangat dengan liburan kali ini. Aku tersenyum lebar padanya. Kemudian terdengar suara interkom yang menandakan bahwa kami sudah boleh melepaskan seat belt dan dengan tertib turun dari pesawat. Aku membantu Mandy membawakan tas Tony sementara Abe-panggilanku untuk Abraham, membawakan tas Mandy. Kami bersama-sama turun dari pesawat dan setelah melalui proses birokrasi yang cukup panjang akhirnya kami bisa keluar.

Pemandu kami sudah menunggu. Pak Wayan namanya. Ia seseorang yang ramah dan lancar berbahasa Inggris sehingga aku tak mengalami kesulitan berkomunikasi dengannya. Menggunakan mobil sewaan, kami diantar Pak Wayan menuju hotel bintang lima yang sudah kami reservasi sebelumnya. Aku bukan orang yang senang dengan kemewahan, tapi Mandy tidak mau liburan tanpa fasilitas yang memadai. Aku tak bisa menolak karena, hei, dia yang membayar semuanya. Teknisnya sih, suaminya.

Karena kami sampai malam hari, kami langsung beristirahat di kamar masing-masing. Mandy sekeluarga tidur dalam satu kamar besar sedangkan aku tidur di kamar yang sedikit lebih kecil di sebelah kamar Mandy. Namun tetap saja kamar itu terlalu mewah untukku.

Malam ini aku akan beristirahat, karena besok kami akan menjelajahi Bali. Yeah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar